• Photo Galery

    • PENJAGA PANTAI
    • January 2012
      MSSRKJS
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      293031    
  • Archives

  • Content Tag

  • Testimonials

    • murning bro,,,, wah,,,, gmn ya private numbernya,, pdhl hnce mo mnt tlg bro u ikutan nyari tau ttg dia sapa
  • Blog Roll

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 6232 kali
  • Subcribe RSS of this blog
  • 20 November 2008

    AKIBAT DARI MASTURBASI

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 6 buah

    Gue mau berbagi informasi buat teman-teman terutama kaum wanita,
    Khususnya yang Suka masturbasi ceritanya begini :
    Minggu lalu waktu gue dinas jaga di rumah sakit di Atambua, gue
    kedatangan pasien wanita stw, umur 50 tahun, penampilan masih okelah,
    dia mengeluh kencing kadang-kadang ada rasa sakit. Gue sebagai dokter
    melakukan pemeriksaan rutin termasuk nyuruh ibu itu periksa urinenya.
    Besok paginya si ibu itu kencing dan dimasukkan ke botol lalu menyuruh
    pembantunya untuk bawa botol itu ke laboratorium rumah sakit, pada

    waktu itu lagi hujan deras dan pembantu si ibu itu tiba-tiba terpeleset
    dan jatuh, sehingga menyebabkan botol yang dibawanya pecah.
    Dia mau lapor dan minta majikannya kencing lagi takut, pasti diomelin.
    lalu dia berpikir mendingan aku ganti pake air kencingku aja daripada
    kena damprat.

    Oke ceritanya si pembantu itu cari botol dan kencing lalu dikirim ke
    laboratorium klinis dan dia pulang sambil membawa resi tanda terima
    lalu diserahkan sama majikannya. Keesokan harinya sang ibu dateng
    berobat lagi ke gue, sambil bawa hasil laboratorium, dan gue kaget
    bener, lalu gue tanya sama tuh ibu, ibu punya suami?

    Dia jawab : nggak dok, udah lama jadi janda, suami saya meninggal.

    Gue tanya lagi : maaf bu, apakah ibu punya pacar atau pria yang suka
    menemani ibu? ( gue musti ati2 nanyanya )

    Dia jawab : nggak dok,saya dirumah saja kok, paling2 ikut kegiatan
    sosial dikit-dikit.

    Gue jadi tambah bingung, tapi sebagai dokter gue musti berwibawa dimuka
    pasien, akhirnya gua bilang aja : - "Ibuuuuuuuuuuuuuuuu uuu (dengan nada
    sehalus mungkin).... dari hasil pemeriksaan laboratorium, saya harus
    mengucapkan selamat pada ibu, karena ternyata ibu saat ini sedang
    mengandung. Jjadi mungkin rasa sakit kalau kencing itu bisa diakibatkan
    karena kehamilan ibu dan untuk itu saya kasih resep dan surat pengantar
    supaya ibu dirujuk dokter kandungan untuk merawat kandungan ibu.

    Gue liat ekpresi muka si ibu, pucat pasi.
    Gue kasian juga sih!

    Akhirnya dengan langkah gontai dia berjalan pulang.
    Sesampainya dirumah ibu itu lari kedapur dan membuka lemari es lalu
    mengambil TERONG UNGU .
    Lalu dia banting-banting tuh terong ke meja sampe hancur sambil
    mengumpat:

    " SIALAN LU TERONG, SIALAN LU TERONG,

    GARA-GARA LU GUA JADI HAMIL, GIMANA ANAK GUA NANTI RUPANYA,

    JANGAN-JANGAN NANTI MUKANYA UNGU,

    SIALAN LU, GUA NGGAK MAU PAKE LU LAGI, GUA KAPOK-KAPOK. ......... ....!!!

    .......serius amat bacanya.... hehee, intermezzo lageeeeeee

    (read more ...)

    23 Oktober 2008

    kISAH DI mUSIM dINGIN

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 3 buah

    Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil
    berumur 7 tahun,
    Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri
    kue-kue dan
    menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup
    penuh kekurangan
    membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya,
    seperti anak kecil lain.

    Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu
    Lan melihat
    keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan
    agar Lie Mei
    menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue
    yang baru.

    Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu
    rumah tidak
    terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu
    Lan.Putrinya
    benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga
    pergi bermain
    dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah
    seperti pesannya.

    Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar
    rumah untuk
    menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak
    menyurutkan niatnya
    untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat
    uang untuk makan.

    Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah
    dikunci Siu Lan dari
    luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus
    diberi pelajaran,
    pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

    Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis
    kecil itu
    tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei
    yang membeku dan
    sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan
    salju dan menangis
    meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan
    segera, Siu Lan
    membopong Lie Mei masuk ke rumah.

    Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya
    sambil meneriakkan
    nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari
    tangan Lie Mei.
    Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya.
    Isinya sebungkus
    kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan
    mengenali tulisan pada
    kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih
    berantakan namun tetap
    terbaca *,"Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari
    istimewa buat mama. Aku
    membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak
    cukup untuk membeli
    biskuit ukuran besar. Hi...hi...hi.. mama selamat ulang
    tahun."*

    (read more ...)

    23 Oktober 2008

    HIDUP ADALAH ANUGERAH

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 2 buah

    Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri
    karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya
    sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali
    kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk
    menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi
    kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
    Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan
    sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua
    hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang
    kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah
    denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa
    kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah
    dengannya.
    Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir,
    dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis
    itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."
    * * * * *
    Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran
    manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya
    sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup
    sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap
    siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan
    menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
    ____________________________________________________________________

    Hidup adalah anugerah

    - Hari ini sebelum engkau berpikir untuk
    mengucapkan kata-kata kasar, Ingatlah akan seseorang yang
    tidak bisa berbicara.

    - Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa
    makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun
    untuk dimakan.

    - Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau
    isterimu, Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada
    Tuhan meminta pasangan hidup.

    - Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang
    hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi
    ke surga.

    - Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, Ingatlah
    akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang
    anak, tetapi tidak mendapatnya.

    - Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor,
    dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu
    lantai, Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di
    jalanan.

    - Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu
    jauh, Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki
    untuk menempuh jarak yang sama.

    - Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang
    pekerjaanmu, Ingatlah akan para penganguran, orang cacat
    dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

    - Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang
    lain, Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak
    berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

    - Dan ketika beban hidup tampaknya akan
    menjatuhkanmu, Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima
    kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di
    dunia ini.

    - Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah,
    rayakan dan isilah itu -

    (read more ...)

    22 Oktober 2008

    LELAKI DAN PAKUNYA

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 2 buah

    Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi
    dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang
    paku di pagar pekarangan setup kali dia kehilangan
    kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

    Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu -
    minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan
    jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.
    Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri dari pada
    memaku dipagar. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu
    lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira
    disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

    Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari
    pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.
    Hari - hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa
    menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah
    tercabut dari pagar.

    Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: : "
    Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa
    banyak lubang yang ada dipagar." Pagar ini tidak akan
    kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau
    bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan
    luka seperti pada pagar.

    Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan
    mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak
    peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya
    tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka
    fisik.

    Kawan - kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka
    membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia
    mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan
    membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman - temanmu betapa
    kau menyukai mereka.

    Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman.
    Walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang
    mengirimnya kepada-Mu. Bila pesan ini kembali padamu, itu
    berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman. Untuk
    mengakhiri : " Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu
    tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia."

    (read more ...)

    13 Oktober 2008

    MABUK DALAM CINTA ALLAH

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 2 buah



    Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya."
    Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."

    Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah."
    Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ.
    Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.

    Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit.
    Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."

    Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu.
    1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia. 2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia. 3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.
    Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima lupa kepada yang lima :

    1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.

    2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.

    3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.

    4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.

    5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."

    (read more ...)

    10 Oktober 2008

    PUISI HARI INI

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    PUISI NI HARI

    Kebesaran Hati adalah kunci

    Menerima apaun yang terjadi
    Walau tak sesuai kehendak hati
    Melebur ego yang tinggi...

    Jangan kau sesalkan yang lalu
    Kini dia hanya jejak -jejak
    Yang terkeraskan lava kehidupan
    Kelak kau akan menemukan kembali
    Di hati orang-orang terdekatmu

    Jangan kau pikirkan hari esokmu
    Karena dia masih berupa fatamorgana
    Yang masih belum jelas keberadaannya
    Jangan berandai terlalu lama
    Karena hanya membuat kekhawatiran yang mendalam

    Pikirkan harimu ini
    Nyata kan kau hadapi
    Niatkan tuk mendapat ridho-Nya

     millis : Sebelah

    (read more ...)

    10 Oktober 2008

    HAMPAAAAAAAAAA

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    Getar bara dalam dada
    meluapkan emosi semata
    tanpa akal tanpa panca
    hanyutkan manusia dalam gelimang dosa


    Wahai kau cinta
    kau menghanyutkan tanpa kata
    hanya rasa dan citra
    yang merasuk dalam dada


    Wahai kau cinta
    kau butakan mata
    kau sempitkan dunia
    bagai dunia peta

    kau kerdilkan karya
    hingga dia tiada


    Oh cinta.....
    kejamkah dikau
    hingga dunia kau jadikan hampa

    (read more ...)

    10 Oktober 2008

    SAYAP2 YANG PATAH

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 0 buah

    SAYAP YANG PATAH

    Ku lelah tak terbang lagi

    Tanpa tujuan pasti
    Pula pohon tuk lepas lelah

    Sayap ini tak lagi berarti
    Jikalau hanya sebelah sisi
    Tak dapat mengangkasa
    Tuk cari dunia

    Namun kini ku coba
    Tuk tak putus asa
    Patahkan
    Lalu buang

    Hilangkan angan
    Tumbuhkan harapan
    Tuk tumbuhkan lagi
    Sayap-sayap perkasa baru

    Walau tak mengangkasa
    Tapi ku masih bias berkarya
    Lebih berguna
    Tuk gapai cita

    (read more ...)

    10 Oktober 2008

    KENANGAN

    Ditulis oleh Ahmad Reza Fahlevi dan telah dikomentari sebanyak 0 buah


    KENANGAN

    Kata hati tak bias dipungkiri

    Namun mata hati
    Dapat tertutupi
    Oleh keindahan bidadari
    Hati butakan diri
    Yang menawan hati

    Serpihan-serpihan
    Takkan dapat kembali
    Sehangat pelukan hujan
    Yang tak terobati
    Selembut belaian badai
    Yang merasuki hati

    Saat ia lambaikan tangan
    Di penghujung kenangan

    (read more ...)
    footer